BUMDES DESA TANJUNG WARAS ( WARAS JAYA )

29 Juni 2026
AMRIYADI
Dibaca 86 Kali
BUMDES DESA TANJUNG WARAS ( WARAS JAYA )

BUMDES DESA TANJUNG WARAS

Lokasi: Desa Tanjung Waras, Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara, Jl. Lintas Sumatra, Kode Pos 34564
 
Tanggal Pembentukan: Diumumkan dan dibentuk resmi pada 11 April 2025

Dasar Hukum

 
  • Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa
  • Peraturan Desa Tanjung Waras tentang Pendirian BUMDes
  • Musyawarah Desa yang melibatkan BPD, LPM, dan unsur masyarakat

USAHA BUMDES WARAS JAYA – DESA TANJUNG WARAS

Nama Resmi: BUMDes Waras Jaya (berdiri 11 April 2025)
 
Lokasi: Desa Tanjung Waras, Kec. Bukit Kemuning, Kab. Lampung Utara
 
Pengurus 2025–2027: Direktur: Dadang Nuricsan | Sekretaris: Wahyu Anggoro | Bendahara: Siti Halimah
 

USAHA TERNAK KAMBING – BUMDes WARAS JAYA

Desa Tanjung Waras, Kec. Bukit Kemuning, Kab. Lampung Utara

Keunggulan BUMDes

  • Hasil usaha untuk kas desa + pembagian keuntungan warga
  • Menyerap tenaga kerja lokal
  • Produk bisa dijual langsung ke pasar atau langganan di jalur lintas Sumatera

KEUNTUNGAN TERNAK KAMBING DI BUMDES DESA

Usaha ternak kambing menjadi pilihan strategis bagi BUMDes karena risiko relatif rendah, modal terjangkau, dan manfaatnya luas—mulai ekonomi, sosial, lingkungan, hingga ketahanan pangan.

KEUNTUNGAN EKONOMI

  • Pendapatan BUMDes & Kas Desa: Hasil penjualan masuk ke kas desa, dapat digunakan untuk pembangunan, layanan warga, dan pengembangan usaha lanjutan. Biasanya bagi hasil 25–30% ke BUMDes, sisanya ke pengelola.
  • Perputaran Modal Cepat: Masa panen penggemukan hanya 6–8 bulan, reproduksi 8–12 bulan; laba bersih bisa mencapai Rp800 ribu–Rp1 juta/ekor/siklus.
  • Pasar Selalu Ada: Permintaan stabil sepanjang tahun—untuk konsumsi harian, hajatan, aqiqah, dan melonjak tajam saat Idul Adha.
  • Biaya Operasional Rendah: Pakan melimpah secara gratis/ murah: rumput, daun lamtoro, turi, limbah jerami, tongkol jagung, ampas tahu.
  • Nilai Tambah Ganda: Kotoran kambing diolah jadi pupuk organik yang dijual atau dipakai sendiri untuk pertanian desa.
  • Skala Mudah Dikembangkan: Bisa dimulai dengan 10–15 ekor, lalu diperbanyak bertahap tanpa risiko melonjak.